WWW.INFOPAPUA.ORG
West Papua News and Information
West Papua Net | Warta Papua Barat | Free West Papua Campaign (UK) | West Papua Action (Ireland) 

Last Updated: Sep 17th, 2014 - 12:01:28
WPNews Online 
 
 INFO PAPUA
 Guerilla
 Political & Diplomacy
 Editorial/ Opinion
 United Nations Review
 West Papua News
 Awareness
 Talks & Shows
 Demo & Protest
 Press Releases
 Publication
 Personal Accounts
 Political Dialogue
 
 Statements
 
 Papuan Human Rights
 
 Eco-Terrorism
 
 Indo Neocolonialism
 
 Refugee Issue
 
 War on Terror
 
 Melanesia Roundup
 
 WARTA PAPUA MERDEKA DALAM GAMBAR

 

PLEASE HELP US:

DONATE with PayPal

We need your support to keep our websites and campaigns going.

We need your contributions to assist us with our Human Rights campaigns.

Please use the PayPal Donate button above to help the people of West Papua

 

Search

INFO PAPUA : Awareness : Press Releases


Surat Benny Wenda Kepada Perdana Mentri Inggris Gordon Brown MP
By Free West Papua Campagin U.K
May 5, 2008, 14:36

Email this article
 Printer friendly page
FREE WEST PAPUA CAMPAIGN
www.freewestpapua.org

P.O. Box 656, Oxford, OX3 3AP England, U.K.Tel: +44(0)7766 875009
office@freewestpapua.org

1 Mei 2008

Rt Hon. Gordon Brown MP,
PRIME MINISTER,
10, Downing Street,
LONDON SW1A 2AA

Bapak Perdana Menteri Yang Terhormat,

Saya berada disini di rumah mu di Downing Street hari ini dengan membawa salam dari rakyat Papua Barat kepada anda dan rakyat Kerajaan Inggris Raya.

Hari ini adalah hari sangat sedih bagi rakyat saya, hari ini 45 tahun yang lalu, Indonesia menjajah tanah air kami tercinta &65533; PAPUA BARAT.

Banyak tetesan air mata rakyat saya akan bercucuran hari ini. Itulah mengapa saya berada di sini. Saya membawa bersama saya ke depan pintu rumah anda, tulang- belulang dari ribuan rakyat Papua Barat yang dibunuh oleh Indonesia. Mereka mulai membunuh kami mulai sejak hari pertama menyerbu tanah kami pada tanggal 1 Mei 1963 � dan mereka masih membunuh, menganiaya, memperkosa, mengintimidasi dan memenjarakan kami sampai hari ini. Indonesia tidak pernah peduli terhadap kami sebagai sesama manusia. Mereka hanya menginginkan emas, tembaga, gas dan pohon-pohon kami.

Selama 45 tahun kami telah menangis untuk KEMERDEKAAN kami, tetapi tidak seorangpun mendengarkan kami.

Tetapi hari ini kami bangsa Papua Barat juga memiliki PENGHARAPAN bahwa suatu hari kami akan MERDEKA! Oleh karena itu saya mau mengucapkan TERIMA KASIH kepada seluruh rakyat Kerajaan Inggris Raya yang pada saat ini memberikan dukungan sangat kuat, serta rasa solidaritas, hormat dan cinta kasih terhadap rakyat saya. Bapak Perdana Menteri, ketika saya melakukan perjalanan keliling negara anda, saya mendapatkan bahwa rakyat anda memiliki hati yang sangat baik. Keadilan dan kejujuran adalah nilai-nilai yang sangat penting bagi rakyat Inggris. Jadi ketika mereka mendengar apa yang Indonesia lakukan terhadap rakyat saya, pertanyaan utama mereka adalah �Apa yang dapat saya lakukan untuk menolong anda?� Dari Aberdeen sampai ke Exeter, Liverpool sampai ke Norwich, Aberstwyth sampai ke Guernsey (Saya tidak dapat menyebutkan semua tempat-tempat yang telah kami kunjungi satu per satu), di Amnesti Internasional, gereja-gereja, universitas-universitas, Trade Unions, partai-partai politik, kelompok-kelompok pencinta lingkungan hidup dan di kampung kami sendiri di Oxford, kami telah bertemu beberapa dari orang-orang terbaik di dunia. Anda harus merasa sangat bangga menjadi pemimpin mereka.

Dan di parlemen Inggris, Papua Barat juga memiliki sahabat-sahabat sangat baik , khususnya Andrew Smith dan Lord Harries. Kami rakyat Papua Barat selalu berdoa bagi mereka dan berterima kasih kepada Tuhan karena mereka berbicara dengan sangat kuat dari hati mereka yang dalam demi keadilan bagi rakyat saya. Disini di Inggris mereka bebas untuk mengatakan bahwa pemerintah salah. Sekarang saya belajar apa arti demokrasi yang sesungguhnya.

Ketika saya memberitahu rakyat saya di tanah air tentang dukungan yang sekarang kami miliki di Inggirs, itu memberikan mereka kekuatan untuk terus berjuang.

Jadi sekarang saya mau memberitahu anda, Bapak Perdana Menteri, satu hal yang sedang membingung kansaya. Saya mendengar anda berbicara sangat tegas di Televisi tentang Burma dan Zimbabwe dan anda mengatakan dalam pidato anda bahwa �tidak ada ketidak adilan yang akan berlangsung selama-lamanya� tetapi mengapa anda dan menteri-menteri anda tidak mengatakan hal yang sama tentang apa yang terjadi di Papua Barat?


Menteri Luar Negeri anda, David Miliband mengatakan bahwa Indonesia sekarang adalah sebuah negara demokrasi. Mungkin mereka memiliki demokrasi di Jakarta, tetapi rakyat kami tidak bebas untuk berkampanye secara demokratis untuk penentuan nasib sendiri. Jika kami rakyat Papua Barat dapat memiliki sebuah �Partai Papua Merdeka�, seperti partai Plaid Cymru atau partai Scottish National anda, dan berbicara dengan bebas serta mengibarkan bendera kemerdekaan kami tanpa dipenjarakan � itu baru namanya kami hidup dalam sebuah demokrasi.

Mentri anda, Meg Munn mengatakan bahwa apa yang Indonesia lakukan di Papua Barat adalah �sebuah model untuk dunia�. Apakah yang dia maksudkan adalah bahwa negara �negara lain harus membunuh, memperkosa dan menganiaya seperti yang Indonesia lakukan? Dan Meg Munn juga masih mengatakan bahwa kami rakyat Papua Barat �memilih untuk bergabung dengan Indonesia pada Act of No Choice tahun 1969. Kami mau bertanya apakah sebuah pemilihan umum di Inggris akan dinyatakan sah secara hukum bila tentara-tentara Inggris mengelilingi ribuan orang dan memaksa merekan dibawah tekanan senjata untuk memilih partai neo-Nazi British National?

Dan menteri anda, Lord Malloch-Brown mengatakan bahwa pelanggaran-pelanggaran hak-hak asasi manusia yang diderita oleh rakyat saya �hanya relatif sedikit saja�.

Menteri-menteri anda selalu berusaha memberitahu dunia bahwa berbagai hal sekarang lebih baik bagi rakyat saya. Ini tidak benar. Mengapa menteri-menteri anda berusaha memaafkan apa yang Indonesia lakukan terhadap rakyat saya. Penganiayaan, pemerkosaan dan pembunuhan adalah salah dimana saja hal-hal itu terjadi � di Burma, Zimbabwe dan di Papua Barat?

Ketika saya memberitahu rakyat saya di tanah air apa yang menteri-menteri Inggris katakan tentang Papua Barat, saya harus memberitahu anda bahwa hal ini sangat melukai hati mereka. Ini sangat menyakitkan bagi rakyat Papua Barat untuk mendengarkan kata-kata ini dari London ketika rakyat saya menangis didalam penjara (15 tahun dipenjara karena mengibarkan sebuah bendera). Ini sangat melukai bagi mereka untuk mendengarkan kata-kata tersebut ketika rakyat saya bersembunyi di hutan-hutan dari kejaran aparat militer Indonesia atau mereka menangis di kuburan bagi kekasih-kekasih mereka yang ditembak mati serdadu-serdadu Indonesia.

Jadi hari ini adalah 45 tahun sejak Indonesia menjajah Papuan Barat. Kami tidak mau berada di sini di London dalam waktu sampai 5 tahun lagi untuk ulang tahunnya yang ke 50. Saya ingin kembali ke tanah air saya untuk berada bersama-sama rakyat saya, tidak hidup lagi dalam ketakutan, tetapi bebas untuk menjadi manusia normal yang biasa, bermain-main bersama anak-anak kami, mendengarkan cerita-cerita dari orang-orang tua kami, menyanyikan lagu-lagu kami dan menari tari-tarian kami, pergi ke kebun untuk menanam sayur-sayuran dan ke hutan untuk berburu babi. Dan mungkin anak-anak kami akan bertumbuh menjadi dokter atau guru, atau mungkin mereka memilih untuk menjalani kehidupan yang sederhana di kampung sama seperti yang nenek moyang-nenek moyang kami lakukan. Ini adalah mimpi rakyat Papua Barat. Apakah ini terlalu banyak untuk diminta?

Kami rakyat Papua Barat tidak akan pernah bebas tanpa bantuan dari orang-orang baik seluruh dunia. Bapak Perdana Menteri, kami memerlukan Kerajaan Inggris Raya untuk menjadi suara kami.

Tuhan memberkati anda dan para menteri anda.


Salam hormat,


Benny Wenda
Pemimpin Papua Merdeka di Kerajaan Inggris
dan Ketua DEMMAK, Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka

© Copyright by w@tchPAPUA

Top of Page

Press Releases
Latest Headlines
Press release: Benny Wenda to observe Scottish independence referendum
DR. John Onawame has been recolled by his creator
Political statement by the National Parliament of West Papua
West Papua: Six KNPB activists arrested and beaten
West Papuan journalists’ advocate to visit
Security forces intimidate West Papuans leading up to 1 July
UN Special Committe on Decolonization in West Papua
West Papua: no-one’s colony
Political Statement of the 2nd Annual Meeting of the National Parliament of West Papua
Student Alliance of West Papua Demands to Government of Australia